Muhammad Abdullah Azzam
18 Oktober 2018•Update: 18 Oktober 2018
Emre Gürkan Abay
MOSKOW
Sedikitnya 18 orang tewas akibat ledakan bom tangan di sebuah perguruan tinggi di Crimea.
Menurut pernyataan dari Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia, terjadi ledakan dan serangan bersenjata di sebuah perguruan tinggi di Crimea.
Pejabat setempat mengatakan 18 orang tewas dan 47 lainnya menderita luka-luka dalam insiden tersebut.
Komite Investigasi Rusia mengungkapkan ledakan tersebut disebabkan oleh bom tangan fragmentasi.
Pihak berwenang setempat mengatakan, pelaku penyerangan tersebut adalah Vladislav Roslyakov, seorang mahasiswa berusia 18 tahun berasal dari kota Kerch, Crimea.
Penyerang bunuh diri setelah melakukan serangan itu.
Komite Investigasi Rusia menyatakan bahwa insiden itu merupakan "kasus pembunuhan".
Sebagian besar korban jiwa dalam serangan itu karena tertembak senjata tajam, ungkap komite tersebut.
Dalam pernyataan pertamanya terkait insiden, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pemerintah akan menyelidiki penyebab serangan tersebut secara rinci.
Pihak berwenang akan membagikan hasil investigasi kepada publik.