Muhammad Abdullah Azzam
24 Desember 2018•Update: 24 Desember 2018
Gökhan Kavak
ABUJA
Sebanyak 17 orang tewas dalam serangan bersenjata di Nigeria.
Juru bicara kepolisian Mohammad Shehu, sebanyak 17 orang tewas akibat serangan sekelompok orang tak dikenal akhir pekan kemarin di daerah Maradun, bagian barat laut provinsi Zamfara.
Pemerintah meningkatkan langka antisipasi keamanan di wilayah tersebut. Pasukan keamanan tengah berperang dengan kelompok-kelompok bersenjata ilegal di sana.
Sebelumnya kerap terjadi serangan bersenjata serupa di provinsi mayoritas berpenduduk Muslim itu.
Komunitas penggembala ternak nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria untuk mencari makanan untuk hewan-hewan mereka dituduh telah mencoba mencuri hewan-hewan dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18, saat seorang ulama bernama Sheikh Usman Dan Fodio berusaha menyebarkan ajaran-ajaran Islam ke masyarakat setempat yang mayoritas penduduknya adalah umat Kristiani.
Kekerasan antara penggembala dan petani telah menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di jalur tengah atau tengah selatan yang merupakan kawasan agraris, dengan kedua belah pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan, yang dianggap para penggembala tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan Danau Chad.