Fatih Hafız Mehmet
17 Februari 2019•Update: 18 Februari 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Pengunjuk rasa Rompi Kuning melanjutkan demonstrasi di seluruh Prancis pada hari Sabtu, untuk akhir pekan ke-14 berturut-turut.
Enam belas orang ditangkap di Paris, menurut Polisi.
Para pengunjuk rasa melemparkan batu dan botol ke arah polisi. Polisi menembakkan gas air mata untuk mengusir demonstran Rompi Kuning.
Di kota Rouen, seorang pengemudi melukai tiga orang ketika dia berusaha melarikan diri dari para pemrotes yang menyerang mobilnya.
Sebanyak 10.000 orang ambil bagian dalam protes di seluruh Prancis pada hari Sabtu, menurut Kementerian Dalam Negeri Perancis.
Sejak 17 November, ribuan pemrotes yang mengenakan rompi kuning cerah - dijuluki Rompi Kuning - telah berkumpul di kota-kota besar Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar Presiden Emmanuel Macron yang kontroversial dan memburuknya situasi ekonomi.
Demonstran menggelar protes memblokir jalan serta pintu masuk dan keluar ke pompa bensin dan pabrik di seluruh negeri.
Di bawah tekanan, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum dan membatalkan kenaikan pajak.
Namun, sejak itu, protes telah tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas yang bertujuan mengatasi ketimpangan pendapatan dan menyerukan agar warga memberikan suara yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan pemerintah.
Sedikitnya 11 orang tewas, sekitar 8.400 lainnya ditahan, lebih dari 2.000 orang terluka dalam protes itu dan 1796 orang menerima hukuman penjara.
Protes dimulai di Perancis tetapi menyebar ke negara-negara Eropa lainnya, termasuk Swedia dan Belanda.