Maria Elisa Hospita
30 Desember 2018•Update: 30 Desember 2018
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Jutaan warga Bangladesh menuju ke tempat pemungutan suara pada Minggu untuk mengikuti pemilihan parlemen ke-11 di tengah maraknya tuduhan penipuan dan laporan kekerasan selama kampanye.
Tempat pemungutan suara dibuka mulai pukul 08.00 waktu setempat (0200GMT) dan ditutup pada pukul 16.00 (1000GMT).
Jagonews24 melaporkan bahwa sejak Sabtu malam, sedikitnya 12 orang tewas, dan 22 kandidat memutuskan hengkang dari pemilu.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kandidat dari oposisi ditembak oleh oknum tak dikenal.
Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Javed Patwary mengatakan kepada wartawan bahwa pemilihan umum telah berlangsung damai kecuali untuk beberapa insiden yang terisolasi.
"Saya akan menerima vonis yang diberikan oleh rakyat," kata Perdana Menteri Sheikh Hasina seperti dilansir oleh kantor berita UNB, yang juga membantah tuduhan penyimpangan pemungutan suara.
“Kami tidak menginginkan kekerasan. Kami ingin orang-orang memberikan suara dengan damai,” tambah dia.
- Lebih dari 100 juta pemilih
Menurut Komisi Pemilihan Umum Bangladesh, ada sekitar 104 juta pemilih terdaftar.
Sekitar 1.848 kandidat bersaing di 299 daerah pemilihan - sebagian besar di bawah empat aliansi politik - termasuk aliansi besar yang dipimpin Partai AL yang berkuasa, Aliansi Kesatuan Nasional yang dipimpin Dr. Kamal (Jatiya Oikyafront), aliansi yang dipimpin BNP, dan aliansi partai sayap kiri.
Lebih dari 650.000 anggota lembaga penegak hukum telah dikerahkan untuk memastikan pemilu di 40.000 tempat pemungutan suara berlangsung dengan tertib.