Maria Elisa Hospita
08 Desember 2020•Update: 09 Desember 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Menteri Pertahanan Libya Salahaddin Namroush mengancam akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata di Libya karena tindakan jenderal Khalifa Haftar.
"Kami memperingatkan PBB dan negara-negara pendukung perdamaian bahwa jika mereka tidak mengekang penjahat perang Haftar dan menghentikan kecerobohannya, kami dapat menarik diri dari perjanjian militer," kata Namroush dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor media pemerintah.
"Kami akan menganggap gencatan senjata tidak sah jika Haftar meluncurkan tindakan militer apa pun," tegas dia.
Pada Minggu, milisi Haftar menyerang sebuah kamp militer di selatan Kota Awbari, sebuah tindakan yang dikecam oleh Dewan Tinggi Negara Libya sebagai pelanggaran baru gencatan senjata oleh panglima perang itu.
"Kami mempertanyakan mengapa PBB dan komunitas internasional tetap bungkam atas tindakan dan ancaman Haftar terhadap gencatan senjata di Libya Selatan," tambah dia.
Awbari, 964 km di selatan Tripoli, adalah kota strategis mengingat lokasinya yang dekat dengan ladang minyak Sharara, yang terbesar di negara itu.
Pada 23 Oktober, PBB mengumumkan perjanjian gencatan senjata permanen antara pihak-pihak Libya yang bertikaii di Jenewa.
Libya telah dilanda perang saudara sejak kematian Muammar Khaddafi pada 2011.
Pemerintah Kesepakatan Nasional yang berbasis di Tripoli dan saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Fayez al-Sarraj, didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang terus-menerus gagal karena serangan militer oleh Haftar.
Pemerintah Al-Sarraj telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.
*Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara