Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2020•Update: 11 September 2020
Gozde Bayar
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis mengatakan pihaknya "sepenuhnya menolak" keputusan yang diambil oleh Liga Arab yang menyudutkan negara itu.
Dalam sebuah pernyataan, Turki "sepenuhnya menolak" semua keputusan yang diambil pada pertemuan Dewan Menteri Liga Arab pada 9 September di Kairo, ibu kota Mesir.
Selama pertemuan tersebut, menteri luar negeri Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Turki melakukan kegiatan yang "menimbulkan ancaman bagi keamanan negara-negara Arab" di kawasan.
Sebagai tanggapan, otoritas Turki mengatakan negaranya, seperti yang semua ketahui, sangat mementingkan integritas teritorial dan kesatuan politik negara-negara Arab serta stabilitas regional.
Turki menegaskan tudingan seperti itu bertentangan dengan prinsip dasarnya, dan itu adalah "tuduhan tak berdasar" - yang bertujuan untuk mengalihkan agenda dan kegiatan yang merusak – oleh beberapa pihak di balik keputusan ini.
Turki akan melanjutkan sikap konstruktifnya dengan tegas untuk memastikan perdamaian dan stabilitas regional terlepas dari semua upaya dari otoritas yang mendukung para teroris. Otoritas menuding mereka yang mengklaim Turki seperti itu mencoba untuk menghancurkan Suriah dan mengancam kedaulatan Irak - menyebabkan Yaman berantakan, berpihak pada pemberontak di Libya.
Mereka mempertaruhkan stabilitas Sudan untuk kepentingan mereka sendiri, mendukung rezim, pemimpin milisi, kelompok separatis, dan organisasi teroris yang menyebabkan tragedi kemanusiaan, lanjut pernyataan itu.
Kementerian Turki itu mengatakan rakyat negara-negara Arab mengamati bahwa pemerintahan ini mengabaikan perjuangan Palestina, mencegah Liga Arab mengambil keputusan tentang upaya untuk menyabotase upaya solusi dua negara di Palestina dan sikap umum Arab.
Pertemuan Liga Arab juga membatalkan rancangan resolusi yang mengutuk kesepakatan kontroversial antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel untuk menormalisasi hubungan.
“Kami sekali lagi mengundang Liga Arab untuk mengambil peran positif dalam memastikan stabilitas dan keamanan di kawasan, serta tidak bertindak di bawah arahan beberapa anggotanya yang memiliki sikap bermusuhan terhadap negara kami,” tukas pernyataan itu.