Aysu Bicer
13 November 2021•Update: 16 November 2021
ANKARA
Turki melarang warga Irak, Suriah, dan Yaman melakukan perjalanan ke Belarus dari bandara Turki, ungkap otoritas penerbangan sipil negara itu pada Jumat.
“Karena masalah penyeberangan perbatasan secara ilegal antara Uni Eropa dan Belarus, kami memutuskan warga Irak, Suriah, dan Yaman yang ingin melakukan perjalanan ke Belarus dari bandara Turki tidak akan diizinkan untuk membeli tiket dan naik pesawat hingga pemberitahuan lebih lanjut," ungkap Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Turki.
Keputusan itu diambil ketika ketegangan antara Belarus dan Uni Eropa mencapai titik tertinggi sepanjang masa karena krisis migran di perbatasan negara itu dengan Polandia.
Penerbangan Turkish Airlines ke Belarus sama sekali tidak membantu lalu lintas imigrasi ilegal, kata maskapai penerbangan itu pada Selasa.
"Perusahaan kami memastikan untuk mematuhi semua langkah-langkah keamanan dan kepekaan bekerja sama dengan pejabat internasional di semua penerbangannya yang dioperasikan ke seluruh penjuru dunia," kata sebuah pernyataan maskapai, yang menolak klaim media bahwa maskapai itu menerbangkan migran ke Belarus di tengah krisis migrasi di sana.
Polandia dan Uni Eropa menuduh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mencoba membalas sanksi Uni Eropa dengan sengaja mengundang dan mengarahkan para migran menuju perbatasan Polandia.
NATO dan Uni Eropa menganggap perilaku Belarusia sebagai upaya untuk mengacaukan dan melemahkan keamanan di negara-negara Eropa melalui cara non-militer.
Menurut perkiraan dari bulan lalu, lebih dari 6.000 migran sebagian besar dari Irak, Afghanistan, dan Suriah, mencoba memasuki Uni Eropa melalui perbatasan Belarus-UE, naik tajam dari hanya 150 orang tahun lalu.