Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Mei 2020•Update: 04 Mei 2020
Orhan Onur Gemici
ANKARA
Turki mencabut pembatasan jam malam selama 72 jam, yang diberlakukan di 31 provinsi untuk membendung penyebaran Covid-19, pada Minggu tengah malam.
Pemerintah mengumumkan perintah keempat untuk tinggal di rumah selama akhir pekan, termasuk pada Hari Buruh Internasional 1 Mei, Jumat.
Kementerian Dalam Negeri dalam mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu bahwa warga Turki di 31 provinsi mematuhi jam malam pada umumnya dan tetap tinggal di rumah mereka.
"Proses peradilan atau administrasi dikenakan bagi 27.828 orang yang melanggar jam malam pada 1-3 Mei," kata kementerian.
Turki pertama kali memberlakukan jam malam pada 11-12 April.
Jam malam diberlakukan di Ibu Kota Ankara dan 30 provinsi lainnya.
Pada Minggu, Turki melaporkan total 3.397 kematian akibat Covid-19, sementara lebih dari 63.000 orang dinyatakan sembuh dari virus.
Hingga saat ini, ada 126.045 kasus yang dikonfirmasi di negara itu.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 187 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 3,5 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian melebihi 247,000 dan lebih dari 1,12 juta dinyatakan sembuh.