ISTANBUL
Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop pada Senin mendesak masyarakat internasional untuk saling berbagi beban para pengungsi.
“Karena masalah migrasi bukan masalah Turki saja, itu adalah ketidakadilan besar bila beban materi dan moral dari masalah ini harus ditempatkan hanya di pundak Turki,” kata Sentop berbicara pada Konferensi Parlemen Global tentang Migrasi di Istanbul.
“Ini adalah ketidakadilan yang besar untuk mencoba menempatkan beban masalah ini pada beberapa negara,” tambah Sentop.
Acara berlangsung selama dua hari, yang diselenggarakan bersama oleh parlemen Turki dan Inter-Parliamentary Union (IPU), dimulai di Istanbul pada Senin, saat Hari Pengungsi Sedunia diperingati di seluruh dunia.
Beban pengungsi, kata Sentop, belum dibagi secara adil oleh masyarakat internasional. “Mereka yang menyebabkan [krisis migrasi] berpaling muka dari masalah yang mereka sebabkan. Turki bukan negara yang bertanggung jawab atas migrasi ini,” ujar ketua parlemen itu.
Terkait perlakuan buruk Yunani terhadap pengungsi, Sentop mengatakan, “Kami melihat bahwa tetangga kami Yunani tidak ragu-ragu untuk menenggelamkan” kapal-kapal pengungsi.
Sentop mengatakan bahwa Uni Eropa juga menutup mata terhadap perlakuan tidak manusiawi ini.
“Sayangnya, insiden pendorongan pengungsi yang kami amati di Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi praktik umum. Turki telah menyelamatkan hampir 40.000 migran gelap dari masalah di Laut Aegea sejak 2020.”
Sementara itu, Presiden IPU Duarte Pacheco berterima kasih terutama kepada otoritas Turki karena Turki menampung populasi pengungsi terbesar di dunia.
“Karena mereka melakukan yang terbaik untuk menerima para migran ini sebagai manusia, bukan sebagai sosok. Dan mereka melakukan yang terbaik untuk mengintegrasikan para migran (ini)” dengan program-program pendidikan dan penciptaan lapangan kerja, dll.”
Dia juga mengatakan bahwa itu dilakukan “tanpa dukungan dari komunitas internasional.”
Kemudian pada Senin, Sentop dan Pacheco berbicara dalam konferensi pers bersama.
“Sayangnya, Turki ditinggalkan sendirian dalam masalah migrasi ini,” kata Sentop, seraya menambahkan karena ini adalah “masalah global,” solusinya “harus diambil secara global.”
Menurut Sentop, kontribusi, dukungan, dan tanggung jawab global yang diperlukan untuk masalah migrasi belum ada.
Bersama dengan Pacheco, “kami pikir sudah tepat bagi anggota parlemen untuk berkumpul dan membahas masalah dan proposal solusi bersama untuk masalah global ini,” lanjut dia.
“Kami juga berpikir bahwa akan bermanfaat untuk melakukannya di Turki dan berbagi pengalamannya dengan anggota parlemen dari negara lain,” tutur Sentop.