Pizaro Gozali Idrus
27 Februari 2021•Update: 02 Maret 2021
JAKARTA
Malaysia pada Sabtu menerima vaksin Covid-19 Sinovac yang diterbangkan dari Beijing, China melalui penerbangan Malaysia Airlines MH319.
Dalam kedatangan yang disiarkan media lokal itu, Malaysia Airlines membawa envirotainer berisi vaksin Covid-19 cair 200 liter dan mendarat sekitar pukul 09.00 di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Bahan itu nantinya akan diolah menjadi lebih dari 300.000 dosis untuk kebutuhan Malaysia.
Januari lalu, perusahaan farmasi Malaysia Pharmaniaga mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan Sinovac untuk mendistribusikan 14 juta dosis vaksin Covid-19.
Rabu lalu, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menerima suntikan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech di Putrajaya pada Rabu, sekaligus menjadi orang pertama di negara itu yang melakukannya.
Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Malaysia akan dilakukan melalui tiga fase.
Fase pertama akan menyasar 500.000 pekerja di garis depan yang berlangsung mulai hari ini hingga April.
Hingga saat ini, 571.802 pekerja di garis depan telah mendaftar untuk melakukan suntikan vaksin.
Sebanyak 57,3 persen dari jumlah tersebut merupakan tenaga medis dan perawatan Kesehatan.
Sedangkan 42,7 persen sisanya berasal dari anggota sektor keamanan termasuk Angkatan Bersenjata Malaysia, Polisi Kerajaan Malaysia, Korps Relawan Rakyat, Departemen Bea Cukai, dan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia.
Tahap kedua vaksinasi akan berlangsung dari bulan April hingga Agustus dengan sasaran kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas serta kelompok rentan dengan masalah morbiditas dan penyandang disabilitas.
Selanjutnya tahap ketiga vaksinasi dijadwalkan berlangsung pada Mei 2021 hingga Februari 2022 bagi warga berusia 18 tahun ke atas.
Pemerintah mengatakan program tersebut bertujuan untuk memberikan imunisasi terhadap infeksi Covid-19 kepada sekitar 80 persen populasi negara tersebut, baik penduduk lokal maupun asing.
Malaysia sebelumnya telah memperoleh 66,7 juta dosis vaksin Covid-19 melalui Fasilitas COVAX, dari lima produsen.
Vaksin tersebut antara lain Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Sinovac, CanSinoBIO dan Sputnik V.