Pizaro Gozali İdrus
02 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
JAKARTA
Netizen India dan Malaysia terlibat perang tagar usai Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyuarakan pembelaanya terhadap Muslim Kashmir di Majelis Umum PBB, lansir Bernama pada Selasa.
Beberapa netizen India menyatakan kekecewaannya melalui tagar #BoycottMalaysia di Twitter karena Mahathir menyebut Muslim Kashmir "diserang dan dijajah".
Saat tweet mencapai 8.000, netizen Malaysia merespons isu tersebut dengan melancarkan tagar #BoycottIndia.
Shafwan Shukor, netizen Malaysia dalam tweet-nya, menulis: "Wow #BoycottMalaysia sedang tren! Ha ha ha. Dampak dari pidato Tun M di PBB ... minta India dan Pakistan duduk bersama dan bernegosiasi (solusi damai) soal Kashmir dan Jammu,” cuit dia.
Sedangkan netizen lainnya, Danian Mikhail, menyatakan: “Orang Malaysia bersatu. #BoycottIndia.
Di antara perang hastag ini, beberapa netizen lainnya, menyerukan kedua pihak netizen fokus pada agenda lebih besar.
Sree Tharan, dalam akun Twitter-nya, menyatakan: "Alih-alih #BoycottMalaysia atau #BoycottIndia, bisakah kalian memboikot rasisme? Boikot ketimpangan? Boikot seks di bawah umur? Boikot predator seksual? … ”
Sebelumnya, Mahathir Mohamad angkat bicara soal isu Rohingya dan Kashmir dalam pidato di pertemuan tahunan Majelis Umum PBB ke-74 di New York pada Jumat.
“Sekarang, terlepas dari resolusi PBB tentang Jammu dan Kashmir, negara itu diserbu dan diduduki," ucap dia.