Regional

Monkeypox: Lima warga Singapura dikarantina

Mereka adalah bagian dari 23 orang yang menjalin kontak dengan pasien yang terinfeksi

Muhammad Nazarudin Latief   | 15.05.2019
Monkeypox: Lima warga Singapura dikarantina Ilustrasi: Obat. (Foto file - Anadolu Agency)

Afghanistan

Muhammad Latief

JAKARTA

Lima warga Singapura dikarantina bersama 18 orang lain setelah melakukan kontak dekat dengan pasien monkeypox/cacar monyet pertama Singapura, ujar Kementerian Kesehatan Singapura, dalam sebuah pernyataan, Selasa.

"Berdasarkan investigasi Depkes dan penelusuran kontak sejauh ini, 23 orang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat pasien, di mana lima di antaranya adalah penduduk Singapura," kata kementerian itu, seperti dilansir Channel News Asia.

"Sisanya berasal dari Inggris, India, Irlandia, Malaysia, Nigeria, dan Vietnam, yang sebagian besar berada di bengkel yang dihadiri pasien."

Pada Senin malam, semuanya tidak menunjukkan gejala, tambahnya.

Singapura, Kamis lalu, mengonfirmasi kasus cacar monyet yang pertama kali dari luar negeri - seorang Nigeria berusia 38 tahun yang menghadiri sebuah lokakarya di negara ini.

Pria itu diduga mengidap virus langka itu setelah memakan daging di sebuah pernikahan di Nigeria, sebelum terbang ke Singapura.

Dia saat ini dirawat di bangsal isolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.

"Dia pulih dengan baik, dan dalam kondisi stabil," kata kementerian itu, Selasa. "Dia akan siap untuk dipulangkan setelah dia pulih dan dinilai tidak menular."

Cacar monyet dapat menyebar dengan kontak darah, cairan tubuh atau lesi hewan yang terinfeksi seperti tikus dan monyet.

Virus ini juga dapat ditularkan dengan memakan daging hewan yang tidak dimasak dengan benar.

Penularan dari manusia ke manusia dimungkinkan melalui kontak dengan orang terinfeksi atau dengan benda yang baru-baru ini terkontaminasi oleh cairan tubuh mereka.

Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kedinginan.

Pasien Nigeria di Singapura mengalami gejala pada 30 April. Dia dibawa ke Rumah Sakit Tan Tock Seng dengan ambulans pada 7 Mei dan dinyatakan positif virus pada hari berikutnya.

"Pasien dinilai sebagai kasus suspek monkeypox karena dia menunjukkan gejala yang sangat mengarah pada monkeypox, memiliki riwayat perjalanan yang relevan dan melaporkan potensi konsumsi daging semak," kata Depkes.

Di luar Afrika, infeksi monkeypox hanya dilaporkan di Amerika Serikat, Inggris dan Israel, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın