Pizaro Gozali İdrus
27 November 2019•Update: 28 November 2019
JAKARTA
Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia (Motac) sedang mengembangkan rencana strategis untuk menjadikan pondok pesantren sebagai bagian dari daya tarik wisata negara, lansir Bernama pada Selasa.
Menteri Pariwisata Datuk Mohamaddin Ketapi mengatakan sebagai destinasi wisata ramah Muslim, Malaysia memiliki beragam sumber daya pariwisata yang signifikan.
Menurut dia, kementerian bekerja sama dengan Islamic Tourism Center (ITC) secara aktif mengembangkan strategi untuk menarik wisatawan untuk mendapatkan produk yang tetap memperhatikan kebutuhan umat Muslim.
“Sejalan dengan ini kami ingin mempromosikan sekolah pondok yang dapat menawarkan akomodasi serta silabus tertentu untuk dikemas sebagai sebuah produk [wisata],” kata dia.
Dia menambahkan lima masjid di Malaysia telah terdaftar dalam Penghargaan Travellers 'Choice TripAdvisor sebagai salah satu dari 10 Landmark Top di Malaysia sejak 2016 hingga saat ini.
Masjid-masjid tersebut antara lain Masjid Nasional di Kuala Lumpur, Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam, Selangor, Masjid Putra di Putrajaya, Masjid Zahir di Alor Setar, Kedah dan Masjid Selat Melaka di Melaka.
Sementara itu, Abdul Khani mengatakan ITC sedang melakukan studi untuk mengidentifikasi pesantren yang dapat diintegrasikan ke dalam rencana pemasaran pariwisata.
Dia mengatakan sekolah yang akan dipilih harus dapat mengakomodasi siswa dari luar negeri untuk studi jangka panjang dan pendek.