Pizaro Gozali İdrus
18 Juni 2019•Update: 18 Juni 2019
Pizari Gozali
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya berhak menolak nilai-nilai negara-negara Barat seperti kapitalisme, sosialisme dan gaya hidup LGBT, lansir Bernama pada Selasa.
Mahathir mengatakan gaya hidup LGBT adalah nilai-nilai moral Barat dan mereka mau memaksakannya ke negara lain.
"Barat selalu bercerita soal kebebasan. Itu bermakna kami bebas menolak nilai yang tidak sesuai dengan budaya kami," kata dia di London.
Pernyataan itu disampaikan dalam sesi tanya jawab usai berpidato di Cambridge Union dalam rangka melakukan kunjungan kerja selama tiga hari sejak Sabtu.
Mahathir mengatakan negaranya mendapat tekanan untuk menerima gaya hidup LGBT.
“Mereka berhasil mempengaruhi beberapa orang Malaysia, termasuk beberapa Muslim dan Melayu yang berpikir bahwa salah satu manifestasi kebebasan adalah hak menerima apa yang dipraktikkan di Barat,” ujar dia.
Mahathir mengatakan institusi pernikahan sudah mulai diabaikan di barat dan institusi keluarga tidak lagi diterima.
“Pasangan boleh hidup bersama meski belum menikah,” kata dia.
Namun demikian, Mahathir menegaskan Malaysia memiliki prinsip dan budaya sendiri yang tidak harus mengikuti nilai-nilai barat.
“Kita memiliki nilai kita sendiri yang kita pegang dan harus dibanggakan. Jangan hanya mengikuti Barat," kata dia.