Hayati Nupus
24 Desember 2020•Update: 28 Desember 2020
JAKARTA
Singapura mengkonfirmasi satu kasus Covid-19 jenis B117 hasil mutasi baru yang beredar di Inggris dan berpotensi lebih menular, ujar Kementerian Kesehatan pada Rabu malam.
Pasien itu adalah perempuan berusia 17 tahun yang belajar di Inggris sejak Agustus lalu, dan langsung ditempatkan pada Stay-Home Notice setibanya di Singapura pada 6 Desember.
Dia mengalami demam pada 7 Desember dan dinyatakan positif terinfeksi pada 8 Desember.
“Seluruh kontak eratnya telah dikarantina, dan dinyatakan negatif dari Covid-19 pada akhir masa karantina mereka,” ujar Kementerian Kesehatan, dalam siaran pers.
Kementerian Kesehatan Singapura juga menjamin tak terjadi penularan kasus mutasi baru ini di masyarakat karena telah mengantisipasinya sejak awal.
Sejak Rabu, Singapura melarang masuk pengunjung jangka panjang maupun transit dengan riwayat perjalanan dari Inggris demi mencegah penularan virus Covid-19 mutasi baru ke masyarakat.
Kebijakan itu juga berlaku bagi wisatawan yang sebelumnya telah memiliki persetujuan untuk masuk ke Singapura.
Sementara bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap yang memiliki riwayat perjalanan ke Inggris dalam dua pekan terakhir, akan diminta untuk menjalani tes usap PCR dan karantina setibanya di negeri singa.
Selain Singapura, sejumlah negara juga menunda penerbangan masuk dari Inggris, termasuk Filipina, Hong Kong, India, Jerman, dan Prancis.