İqbal Musyaffa
27 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
JAKARTA
Gojek selaku perusahaan teknologi dan transportasi asal Indonesia siap menghadapi persaingan di pasar Malaysia setelah secara prinsip kabinet negara tetangga tersebut merestui Gojek untuk beroperasi.
Keberadaan Gojek dianggap bisa membantu penciptaan lapangan kerja, pengembangan wirausaha, serta mobilitas masyarakat Malaysia.
Salah satu persyaratan yang ditekankan pemerintah Malaysia adalah pada aspek keselamatan dan keamanan serta tidak memonopoli industri.
Nantinya, Gojek akan menghadapi persaingan dengan perusahaan e-hailing lokal Malaysia bernama Dego Ride.
Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group Shinto Nugroho mengatakan mengatakan pada dasarnya Gojek sangat terbuka dengan kompetisi.
“Menurut kita, dengan kompetisi justru membuat kita semakin lama semakin berkembang dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Shinto kepada Anadolu Agency di Jakarta, Selasa.
Shinto juga mengapresiasi dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan pemerintah Malaysia untuk Gojek dapat beroperasi di sana.
“Kami menyambut baik arahan dan dukungan pemerintah Malaysia. Mari kita sama-sama lihat ke depannya,” imbuh dia.
Shinto mengatakan selain di Indonesia, Gojek saat ini sudah menjadi pemain regional dengan telah membuka layanan di Vietnam, Thailand, dan Singapura serta masih dalam penjajakan untuk membuka layanan di negara lainnya seperti Filipina dan juga Malaysia.