Pizaro Gozali İdrus
21 Juni 2019•Update: 23 Juni 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Bangsamoro sangat membutuhkan sekolah Muslim negeri untuk mengedukasi generasi muda di Filipina Selatan.
Wakil Menteri Pendidikan Madrasah Daerah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (BARMM) Ismael Abdullah mengatakan pemerintah baru Bangsamoro diharapkan dapat menciptakan pendidikan Islam yang lebih baik.
Sebab, kata dia, selama ini Bangsamoro tidak memiliki madrasah negeri yang menjalankan pendidikan di wilayah tersebut.
Untuk itu, lanjut dia, Bangsamoro saat ini sudah mengusulkan kepada BARMM untuk mendukung penuh pendirian madrasah negeri.
“Saat ini, kita hanya memiliki beberapa madrasah swasta yang mendapatkan bantuan pemerintah pusat Filipina,” kata dia kepada Anadolu Agency usai bertemu dengan Muhammadiyah di Jakarta, pada Jumat.
Ismael mengatakan dirinya sengaja datang ke Jakarta bersama jajarannya untuk belajar mengenai pengelolaan madrasah di Indonesia.
“Kami ingin tahu bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah dalam mengelola madrasah,” kata dia.
Menurut dia, Muhammadiyah terkenal sebagai organisasi Islam yang memiliki institusi pendidikan Islam modern dengan kualitas baik.
Dia berharap kunjungan perwakilan BARMM ini dapat menggali lebih jauh model madrasah-madrasah di Indonesia untuk memajukan pendidikan Bangsamoro.
“Muhammadiyah ini institusi swasta, kita ingin belajar,” kata dia.
Sekretaris Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah Wachid Ridwan mengatakan saat ini Muhammadiyah telah tergabung sebagai anggota International Contact Group (ICG) sebagai juru damai untuk Filipina Selatan.
Dengan berdirinya BARMM, Wachid mengatakan kini Muhammadiyah sedang menjajaki kerja sama untuk meningkatkan mutu Pendidikan madrasah di wilayah otonomi itu.
Wachid mengatakan bentuk kerja sama ini dalam bentuk pengembangan kurikulum di sejumlah madrasah di Filipina Selatan.
“Kita ingin fokus pada pendidikan dasar menengah sebagai kontribusi positif Muhammadiyah,” kata dia.