Rabia İclal Turan
08 Desember 2022•Update: 16 Desember 2022
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengatakan bahwa kerja sama keamanan dengan Turkiye "sangat penting" setelah anggota parlemen mencabut beberapa ketentuan dari RUU anggaran pertahanan negara itu terkait penjualan jet tempur F-16 ke Ankara.
Ditanya oleh wartawan tentang masalah ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Turkiye adalah "sekutu penting NATO" dan "mitra keamanan penting".
“Kami ingin memastikan bahwa kemampuan pertahanan kami terintegrasi dan Turki memiliki apa yang dibutuhkan untuk menghadapi ancaman besar yang dihadapinya,” ujar dia.
“Tidak ada sekutu NATO yang menghadapi lebih banyak serangan teroris di wilayahnya daripada sekutu Turki kami,” imbuh Price.
Kerja sama AS dengan Turkiye di bidang keamanan “sangat penting,” lanjut Price, sambil menekankan bahwa hal ini juga dibahas oleh presiden Turki dan AS pada KTT NATO di Madrid pada Juni lalu.
“Ini sudah menjadi diskusi di tingkat bawah juga. Ini adalah diskusi yang kami lakukan dengan Kongres,” tutur dia kepada wartawan.
“Dan tentu saja, kami memiliki dialog berkelanjutan dengan Kongres tentang masalah ini, tetapi saya tidak memiliki pembaruan untuk ditawarkan kepada publik.”
“Kami ingin memastikan bahwa keputusan apa pun, tindakan apa pun yang dibuat konsisten dengan kepentingan keamanan nasional kami dan konsisten dengan tujuan keamanan bersama yang juga kami miliki bersama dengan sekutu Turki kami,” ucap Price.
Amandemen yang diperkenalkan di Dewan Perwakilan Rakyat AS yang membuat penjualan jet tempur F-16 ke Turkiye bergantung pada serangkaian persyaratan telah dihapus dalam RUU anggaran pertahanan terakhir pada hari Selasa.
Ankara meminta F-16 dan paket modernisasi pesawat tempur itu pada Oktober 2021. Kesepakatan senilai USD6 miliar akan mencakup penjualan 40 jet, serta kit modernisasi untuk 79 pesawat tempur yang sudah dimiliki Angkatan Udara Turki dalam inventarisnya.