Erric Permana
19 Juli 2019•Update: 20 Juli 2019
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan kondisi di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung berangsur normal dan terkendali.
Wiranto mengatakan aparat keamanan setempat telah turun langsung menangani permasalahan antar masyarakat dan mencoba bernegosiasi untuk mendinginkan suasana di sana.
"Mudah-mudahan bisa segera terselesaikan dengan baik. itu harapan kita," ujar Wiranto di kantornya, pada Kamis.
Sebelumnya sejumlah warga terlibat bentrok karena perebutan lahan. Bentrokan ini menimbulkan korban jiwa.
Wiranto menyebutkan sebanyak empat orang meninggal dunia, akibat bentrokan dengan menggunakan benda tajam tersebut.
Mantan Panglima ABRI Itu juga menyebut bahwa bentrokan antar kedua kelompok di Mesuji tersebut merupakan permasalahan lama karena perebutan lahan.
"Ini kembali lagi terjadi di Mesuji, masalah klasik ya," tambah dia.
Bentrok antarkelompok mengakibatkan beberapa orang tewas dan sebelas orang luka di Mesuji, Lampung pada Rabu siang lalu.
Juru bicara Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan bentrok dipicu persoalan pengelolaan lahan yang sebetulnya merupakan hutan lindung.
“Satu sisi pendatang ke sana untuk mengolah tanah, tapi ada satu sisi lain yang mengklaim hak atas tanah tersebut,” kata Asep di Jakarta, Kamis.
Menurut Asep, masyarakat atau kelompok tertentu semestinya tidak boleh mengelola hutan lindung
Ini juga bukan kali pertama persoalan pengelolaan tanah terjadi di wilayah Mesuji.
“Berdasarkan riwayat konflik di sana sudah beberapa kali terjadi dan yang menjadi latar belakang persoalan, itu sama soal mengolah lahan,” jelas Asep.
Asep menuturkan situasi di Mesuji telah terkendali. Polri dan TNI menyiagakan 500 personel untuk mencegah gesekan lebih lanjut.
Selain itu, polisi juga melaksanakan patroli siber untuk mencegah penyebaran kabar yang berpotensi memprovokasi.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun polisi, gesekan bermula ketika kelompok Mesuji Raya membajak tanah garapan di KHP Register 45 Mekar Jaya.