Erric Permana
14 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Erric Permana
JAKARTA
Staf Khusus Presiden untuk Papua yang juga merupakan Kepala Suku Papua Lenis Kogoya meminta TNI untuk menarik 600 personilnya dari Kabupaten Nduga, Papua Rabu.
Sebelumnya TNI mengirimkan pasukan untuk mengawal pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nduga yang sempat terhenti karena gangguan keamanan.
Menurut Lenis penarikan personil TNI itu perlu untuk menghindari korban akibat kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata.
Selain itu juga dia menilai keberadaan pasukan TNI membuat masyarakat ketakutan.
Lenis khawatir ada kemungkinan masyarakat tidak mengikuti pemilu pada 17 April mendatang karena ketakukan.
"Boleh pengamanannya di Kota Nduga saja. Di daerah pedalaman jangan. Biarkan saja masyarakat berburu," jelas Lenis pada Rabu.
Lenis mengaku sudah menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo.
"Boleh kita mengejar [kelompok bersenjata]. Tapi jika sedang Pilpres terjadi penembakan antara keduanya bisa-bisa [masyarakat] golput, itu sangat berbahaya. Pihak ketiga bisa memanfaatkan kondisi ini," kata dia.
Lenis juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Sosial untuk turun langsung ke wilayah Papua membantu masyarakat yang mengalami trauma.
Kondisi di Kabupaten Nduga terus memanas akibat penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata sejak Desember 2018 lalu.
TNI pun mengirimkan 600 anggotanya untuk mengawal pembangunan infrastruktur yang sempat tertunda.