Iqbal Musyaffa
27 November 2020•Update: 28 November 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan sektor pariwisata Indonesia secara bertahap mulai pulih setelah terhantam dampak pandemi Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pemulihan tersebut terlihat dari meningkatnya okupansi atau tingkat keterisian hotel di kawasan wisata.
“Secara perlahan pariwisata mulai menggeliat dengan tingkat okupansi hotel di Tanjung Benoa Bali untuk Desember mencapai 80 persen dan di Nusa Dua 40 persen,” jelas dia dalam rapat koordinasi nasional pariwisata secara virtual, Jumat.
Menteri Wishnutama mengatakan sektor pariwisata mulai mengalami pemulihan yang sangat menjanjikan.
Oleh karena itu, dia menjelaskan pemerintah telah menerapkan strategi sertifikasi Clean, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) pada hotel, restoran, dan sarana pariwisata lainnya agar industri pariwisata bisa bangkit dari efek negatif pandemi Covid-19.
Pemerintah juga sudah memberikan hibah pada sektor pariwisata sebesar Rp3,3 triliun yang sangat dirasakan manfaatnya khususnya oleh sektor pariwisata di Bali.
“Kita juga melakukan simulasi health safety and security protocol di Labuan Bajo yang akan direplikasi di Mandalika dan Danau Toba untuk menciptakan rasa aman pengunjung,” tambah dia.
Menteri Wishnutama mengatakan pelaku industri pariwisata sangat berharap pada libur panjang akhir tahun untuk bisa pulih dari kerugian akibat pandemi Covid-19.
Dia mengatakan para pelaku usaha pariwisata meminta dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mempertimbangkan kembali rencana memangkas jumlah cuti bersama di akhir tahun.