Nicky Aulia Widadio
25 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menemukan posko terakhir yang disinggahi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Satgas Tinombala telah mendeteksi Kelompok Ali Kalora berada di jalur antara Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Kelompok Ali Kalora terdiri dari 15 orang dan berpencar menjadi kelompok kecil untuk bersembunyi dari pengejaran Satgas Tinombala.
“Posko yang ditemukan adalah posko terakhir sebelum mereka berpencar lagi,” kata Dedi di Jakarta, Senin.
Dari posko itu, Satgas Tinombala menyita sejumlah pakaian, alat penerangan, alat komunikasi, dan sejumlah peralatan lainnya yang digunakan oleh Ali Kalora.
Satgas Tinombala belum berhasil menangkap kelompok Ali Kalora sejak pengejaran pada 6 Februari 2019 lalu.
Menurut Dedi, Polri dan TNI telah berupaya mempersempit ruang gerak kelompok Ali Kalora dan memotong jalur logistik mereka.
“Sudah dimitigasi untuk disekat secara ketat oleh Satgas untuk menyudutkan ruang gerak mereka,” tutur Dedi.
Satgas Tinombala juga telah meminta masyarakat di sekitar area persembunyian Ali Kalora untuk melapor jika kelompok Ali Kalora cs masuk ke perkampungan mereka.
“Satgas masih berupaya mengejar di beberapa titik yang menjadi tempat persembunyian kelompok ini,” kata dia.
Kelompok Ali Kalora bertanggung jawab atas pembunuhan seorang penambang emas di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada akhir Desember lalu.
Ali Kalora menjadi petinggi di MIT setelah sejumlah pimpinan kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap.
Pemimpin sekaligus pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016 lalu.
Satgas Tinombala kemudian menangkap Basri, yang merupakan tangan kanan Santoso pada September 2016.
Sedangkan salah satu pentolan kelompok ini, Sabar Subagio alias Daeng Koro telah lebih dulu tewas dalam baku tembak pada April 2015 lalu.
Polri dan TNI menggelar operasi Tinombala sejak Januari 2016 lalu sebagai lanjutan dari operasi Camar Maleo untuk memburu kelompok MIT.