Erric Permana
27 November 2020•Update: 28 November 2020
JAKARTA
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Ma’ruf Amin yang menjadi Wakil Presiden.
Penetapan Miftachul Akhyar tersebut dihasilkan secara mufakat oleh tim formatur dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ma'ruf Amin mengatakan pemilihan tersebut melalui rapat tertutup 17 tim formatur yang dipimpin dirinya dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjalani rapid test.
Selain pemilihan ketua umum, Munas juga menetapkan Amirsyah sebagai Sekretaris Jenderal menggantikan Buya Anwar Abbas.
“Suasananya sangat cair, tidak alot, sehingga alhamdulillah pertemuan hasilkan keputusan Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan. Hasilnya tidak boleh diganggu gugat,” kata Ma’ruf Amin pada Jumat.
Miftachul Akhyar merupakan pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur.
Miftachul yang lahir pada 1953 ini pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriah PWNU Jatim 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.
Miftachul tercatat pernah nyantri di Pondok Tambak Beras, Pondok Sidogiri, Pondok Lasem Jawa Tengah.
MUI adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendekiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin.
Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, Indonesia.