Umar Idris,Erric Permana
20 September 2020•Update: 22 September 2020
JAKARTA
Seorang pendeta di distrik Hitadipa, Papua, menjadi korban dalam konflik bersenjata di Papua, pada Minggu.
Pendeta tersebut bernama Yeremia Zanambani. Kematian Yeremia menyusul korban seorang warga sipil beberapa hari sebelumnya dan 2 orang TNI.
Kapten Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, pada Minggu, membantah kematian pendeta Yeremia disebabkan oleh tentara TNI.
"Kelompok bersenjata Papua menyatakan TNI pelaku penembakan, saya katakan itu adalah fitnah yang dilakukan oleh kelompok bersenjata menjelang sidang umum PBB akhir bulan ini," kata Suriastawa, dalam keterangan tertulis, Minggu.
Suriastawa menghimbau kepada warga di Papua untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah terhadap TNI, khususnya melalui medsos.
Sebelumnya seorang warga sipil yang menjadi korban merupakan seorang tukang ojek berumur 51 tahun.
Korban diserang pada Kamis pagi dengan menggunakan senjata tajam sehingga meninggal dunia di tempat, kata Suriastawa.
Selain warga sipil, pada Kamis siang, kelompok bersenjata melakukan menyerang anggota TNI atas nama Serka Sahlan yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa di Hitadipa.
"Korban sedang dalam perjalanan membawa logistik. Korban menderita luka tembak sehingga meninggal dunia di tempat dan dievakuasi ke Puskesmas Bilogai," kata Suriastawa kepada Anadolu Agency melalui sambungan telpon pada Jumat.