Nicky Aulia Widadio
02 Juni 2021•Update: 03 Juni 2021
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menyatakan validasi penggunaan darurat vaksin Sinovac oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa vaksin ini telah teruji keamanan, efikasi, dan mutunya
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan menyambut baik keputusan WHO ini.
Indonesia sendiri merupakan satu dari lebih 20 negara yang menggunakan vaksin Sinovac dalam program vaksinasi Covid-19.
“Validasi ini menandakan vaksin yang ada dan disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik,” kata Budi melalui siaran pers, Rabu.
Dia juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir menerima vaksin Covid-19 dan tidak memilih-milih jenis vaksin.
“Semua jenis vaksin baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasinya,” lanjut dia.
Sebelumnya diberitakan, WHO telah menyetujui penggunaan darurat vaksin produksi Sinovac, perusahaan asal China, pada Selasa.
Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mengatakan penambahan Sinovac ke dalam emergency use listing (EUL) semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin.
Selain Sinovac, WHO telah lebih dulu menerbitkan EUL untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.
Indonesia telah menggunakan vaksin Sinovac sejak program vaksinasi Covid-19 bergulir pada 13 Januari 2021.
Sejak saat itu, Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi dan 81,5 juta dosis dalam bentuk bahan baku.
Kementerian Kesehatan telah mengkaji cepat penggunaan vaksin Sinovac terhadap tenaga kesehatan di Jakarta.
Hasilnya menunjukkan bahwa vaksinasi dosis lengkap menggunakan Sinovac dapat menurunkan risiko perawatan dan kematian hingga 98 persen.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan pada individu yang baru menerima dosis pertama, dimana Sinovac hanya efektif menurunkan 13 persen risiko Covid-19 bergejala.