Adelline Tri Putri Marcelline
18 Agustus 2021•Update: 20 Agustus 2021
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meluncurkan pilot project konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan ini adalah langkah percepatan penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan.
“Saya berharap program konversi ini dapat menjadi pionir dan penggerak bagi penciptaan lapangan kerja serta UMKM baru,” kata Arifin dalam keterangan tertulis, Rabu.
Dia mengatakan bahwa program tersebut sekaligus untuk mengejar target konversi 13 juta sepeda motor listrik dan 2,2 juta mobil listrik pada 2030.
“Dengan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta kiloliter per tahun,” ujar dia.
Arifin menuturkan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai merupakan bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor BBM, menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM.
Dia menambahkan bahwa pihaknya juga akan meningkatkan penyediaan listrik berbasis energi bersih sering dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
“Untuk itu kami pun menargetkan pada 2030 kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai 38 giga watt,” kata Arifin.