Adelline Tri Putri Marcelline
24 Juni 2021•Update: 25 Juni 2021
JAKARTA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan sektor pertanian menjadi penyumbang pekerja anak terbesar.
“Indonesia hadapi tantangan pekerja anak di sektor pertanian,” kata Bintang dalam keterangan tertulis, Kamis.
Dia merinci, berdasarkan data penilaian pekerja anak di Indonesia dalam sektor pertanian dan rekomendasi untuk Modelez International di tahun 2020, terdapat lebih dari 4 juta pekerja anak di Indonesia dan 20,7 persen di antaranya terjebak menjalani lingkungan kerja yang berbahaya atau Bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (BPTA).
“Lebih dari 800 ribu anak terjebak dalam bentuk pekerjaan terburuk bagi anak,” ujar dia.
Dia menilai meningkatnya kasus eksploitasi dan kekerasan terhadap anak, termasuk di dalamnya BPTA, menjadi indikasi bahwa sistem perlindungan terhadap anak masih perlu diperkuat.
Bintang mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menurunkan angka pekerja anak.
Strategi itu, kata dia, antara lain mengupayakan agar isu pekerja anak masih dalam kebijakan dan program perlindungan khusus anak di kabupaten atau kota.
Dia menambahkan, instansinya akan mengembangkan model desa ramah perempuan dan peduli anak sebagai pendekatan untuk pencegahan pekerja anak serta mengoordinasikan untuk penanggulangan pekerja anak pada 4 sektor prioritas yakni pertanian, perikanan, jasa, dan pariwisata.
“Kami menargetkan jumlah pekerja anak usia 10-17 tahun yang bekerja bisa terus kita turunkan angkanya sampai serendah-rendahnya," ucap Bintang.