Nicky Aulia Widadio
09 November 2020•Update: 10 November 2020
JAKARTA
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengatakan jumlah pedagang pasar yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat hingga Senin.
Juru bicara IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan sebanyak 1.568 pedagang telah terinfeksi dan 65 orang lainnya meninggal akibat Covid-19 di 275 pasar di Indonesia.
“Penambahannya cukup signifikan dalam beberapa pekan ini, termasuk November 2020,” kata Reynaldi melalui keterangan tertulis, Senin.
Sedangkan kasus meninggal akibat infeksi SARS-CoV-2 ini telah bertambah 10 orang dibandingkan data IKAPPI pada pekan lalu.
IKAPPI meminta pemerintah menangani persoalan ini secara serius dan lebih rutin melaksanakan tes massal untuk mendeteksi kasus Covid-19 secara dini.
“Kami meminta pemerintah daerah bisa lebih fokus lagi pada protokol kesehatan dan memperkuat tes swab atau rapid di pasar-pasar,” kata Reynaldi.
Selain itu, penemuan kasus Covid-19 juga membuat sejumlah pasar harus ditutup sementara sehingga berdampak pada penghasilan para pedagang.
Reynaldi mengatakan sudah lebih dari 200 pasar yang pernah ditutup dan sedang ditutup. Kasus terakhir terjadi di Pasar Melati Medan, Sumatra Utara dan Pasar Gisting Tanggamus, Lampung.
Menurut IKAPPI, pandemi juga berdampak pada menurunnya omset pedagang pasar sebesar 55 persen hingga 70 persen.
“Kami meminta pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan,” ujar dia.
Indonesia sejauh ini telah melaporkan 437.716 kasus Covid-19, di mana kasus sembuh berjumlah 368.298 orang dan 14.614 pasien meninggal.