Hayati Nupus
17 Juli 2019•Update: 18 Juli 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia merugi sekitar Rp87,140 miliar akibat gempa bumi yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu.
Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan kerugian itu di antaranya berasal dari 976 rumah yang rusak dan infrastruktur lain seperti sekolah, fasilitas kesehtaan, rumah ibadah serta jembatan.
“Gempa juga mengakibatkan enam orang tewas, dua orang terluka berat dan 49 orang terluka ringan,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu.
Agus mengatakan bahwa 3.104 orang mengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian.
Sementara akses bantuan ke lokasi bencana di Saketa, lanjut Agus, terkendala oleh belum adanya jalur darat.
Selama ini tim SAR gabungan menuju Saketa lewat jalur laut dengan kapal cepat.
Dari Sofifi, kata Agus, tim gabungan menempuh jalur laut selama 5-6 jam dan berlanjut dengan perjalanan darat selama 4 jam.
Sedang dari Ternate, relawan menggunakan pesawat komersial ke Labuha dan perjalanan berlanjut dengan menggunakan kapal ferry selama 2 jam.
Mulai hari ini, BNPB mengerahkan satu unit helikopter dan Hercules untuk mengirimkan bantuan tenda dan kebutuhan dasar.
Gempa bumi berkekuatan M 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu pukul 16.10 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pusat gempa berada di darat, 63 km sebelah timur Kota Labuha, Maluku Utara, di kedalaman 10 km.
Hingga Selasa, BMKG mencatat terjadi 65 kali gempa susulan.
Bupati Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat sepanjang 15-21 Juli 2019.