Iqbal Musyaffa
14 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
JAKARTA
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia telah menjalin kerja sama bisnis pada saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Uni Emirat Arab.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan kunjungan tersebut membuahkan hasil 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah yang disepakati antara lain pada bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan. Telekomunikasi, dan riset dengan total estimasi nilai investasi USD22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.
“Beberapa BUMN yang turut berkontribusi antara lain PT Pertamina, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ujar Menteri Erick dalam keterangan resmi, Selasa.
Menteri Erick menjelaskan Pertamina menjalin kerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas Uni Emirat Arab yang memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia.
Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum yang bergerak di sektor eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu internasional terkemuka yang mengelola aset dan operasi hingga mencakup 10 negara di Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.
Sementara itu, Menteri Erick menjelaskan Inalum menjalin kerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) yang merupakan produsen aluminium premium terbesar di dunia, kemudian PLN bekerja sama dengan Masdar, sebuah perusahaan energi baru terbarukan yang berbasis di Abu Dhabi, UEA.
“Kerja sama PLN dan Masdar yang disepakati antara lain dalam pembangunan proyek PLTS terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat dan akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara,” jelas Menteri Erick.
Dia memastikan kerja sama antara BUMN dan UEA berjalan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan serta terjadinya alih teknologi sehingga bisa menghasilkan keuntungan bersama bagi kedua pihak.
“Selain dengan UEA, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negara-negara lain dan saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat,” tambah dia.