Nıcky Aulıa Wıdadıo
29 Januari 2020•Update: 30 Januari 2020
JAKARTA
Dua orang tewas akibat banjir yang merendam tujuh desa di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara pada Rabu dini hari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan 22 orang lainnya terluka dan 700 keluarga terdampak banjir.
Menurut Agus, tinggi muka air berkisar 2-2,5 meter setelah hujan deras melanda wilayah tersebut.
Ada tujuh desa yang terdampak yakni Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Tarandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung Batu, Kelurahan Batu Gerigis dan Kelurahan Padang Masiang.
"Sejauh ini tim telah mengevakuasi para warga terdampak ke posko pengungsian BPBD Tapanuli Tengah," kata Agus lewat keterangan tertulis, Rabu.
Petugas SAR setempat juga masih mencari korban yang mungkin terseret arus banjir.
Bupati Tapanuli Tengah telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi hujan lebat dan banjir di Sumatra Utara dan Sumatra Barat pada 28-29 Januari 2020.
BMKG dan BNPB minta masyarakat tetap waspada dan mempersiapkan diri dari potensi hujan deras dan banjir.
Mereka juga meminta pemerintah daerah siaga dan menyiapkan sarana prasarana yang diperlukan untuk menangani banjir.