JAKARTA
Amerika Serikat memuji peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Afghanistan, ujar Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di Jakarta, Kamis.
“Saya menghargai keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaian Afghanistan,” ujar Menteri Pompeo saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
“Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada Afghanistan menuju perdamaian dan memastikan bahwa setiap pria dan wanita memiliki semua hak.”
Hal sama juga disampaikan saat Menteri Pompeo bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.
Menteri Pompeo berada di Indonesia dalam rangka kunjungan ke empat negara Asia antara 25-30 Oktober.
Pompeo juga berkunjung ke India, Sri Lanka dan Maladewa.
Menurut Menteri Retno seusai pertemuan tersebut, Menteri Pompeo menyampaikan penghargaannya karena Indonesia terus berusaha berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.
Sebelumnya Presiden Jokowi pada 2018 melakukan kunjungan ke Afghanistan, dia membawa tawaran untuk berkontribusi dalam proses perdamaian di negara tersebut.
Kontribusi Indonesia ada pada tiga hal, yakni membangun rasa saling percaya, membangun perdamaian dan state building, serta pada forum-forum internasional.
Indonesia juga memberikan bantuan pembangunan kapasitas pada Afghanistan di berbagai bidang.
Antara lain memberi 100 beasiswa dalam bidang minyak, gas, dan pertambangan, pelatihan prosedur ekspor dan impor, serta pemberdayaan perempuan.
Selain itu Menteri Pompeo juga memuji Indonesia sebagai teladan di kawasan untuk menerima pengungsi Rohingya.
Dalam pertemuan kedua menteri sebelum bertemu Presiden, Menteri Retno menegaskan posisi Indonesia soal konflik Israel-Palestina.
Menteri Retno menyebut bangsa Palestina mempunyai tempat tersendiri dekat di hati masyarakat Indonesia.
“Saya tegaskan posisi Indonesia dari masalah Palestina tersebut termasuk prinsip "solusi dua negara"," ujar dia.
"Kami sepakat memperkuat kerja sama di UN Peace Keeping Operations termasuk pemberdayaan perempuan penjaga perdamaian.
“Sebagai cerminan komitmen kita pada PKO, Indonesia siap mempertahankan kapal angkatan lautnya di Lebanon selama enam bulan lagi,” ujar dia.
-- Kecam China atas ketegangan di Laut China Selatan
Di hadapan Menteri Retno, Pompeo kembali mengungkapkan kecaman terhadap klaim China di Laut China Selatan.
Di India dan Sri Lanka, Pompeo juga mengungkapkan hal serupa.
Pompeo mengungkapkan sudah “tak sabar” bekerja bersama Indonesia dalam cara-cara baru untuk memastikan keamanan maritim dan melindungi beberapa rute perdagangan tersibuk di dunia itu.
“Semua negara taat hukum menolak klaim yang dibuat oleh Partai Komunis China di Laut China Selatan. Ini jelas karena kepemimpinan yang berani Indonesia tentang masalah ini di ASEAN dan PBB,” ujar dia.
“Ini adalah alasan yang perlu dikejar dalam pengaturan multilateral dan pemerintahan Trump sangat mendukung hal ini.”
Dia mengungkapkan dukungan atas langkah Indonesia menjaga kedaulatan maritimnya di sekitar Kepulauan Natuna.
Dia menyebut bahwa selama dua dekade kerja sama penanggulangan terorisme juga mencerminkan kapasitas kedua negara mengimpor nilai-nilai demokrasi.
Sementara Menteri Retno menyebut bahwa Laut China Selatan harus dijaga sebagai kawasan yang stabil dan damai.
Dia juga menegaskan bahwa hukum internasional khususnya UNCLOS 1982 harus dihormati dan dilaksanakan.
“Oleh karena itu, setiap klaim harus didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara universal termasuk UNCLOS 1982,” ujar dia.
China sering dianggap Indonesia melanggar wilayah maritim Indonesia.
Kapal nelayan China yang dikawal oleh kapal penjaga pantai sering melanggar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, namun China menganggap kawasan tersebut merupakan bagian dari "sembilan garis putus-putus" yang masih merupakan wilayah mereka.
news_share_descriptionsubscription_contact

