Iqbal Musyaffa
05 Mei 2020•Update: 06 Mei 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan jumlah pengangguran Indonesia pada Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang atau bertambah 60 ribu orang dari Februari 2019.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan data ini belum termasuk pertambahan pengangguran akibat PHK yang banyak terjadi pada Maret-April karena penyebaran virus korona (Covid-19).
“Pencacahan dilakukan pada 8 hingga 29 Februari sementara pemerintah baru mengumumkan kasus positif Covid-19 pada 2 Maret,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Dia mengatakan peningkatan jumlah pengangguran kemungkinan baru akan terlihat pada Agustus nanti, karena BPS hanya dua kali melakukan pendataan pengangguran setiap tahunnya, yakni pada Februari dan Agustus.
“Saat ini jumlah pengangguran karena Covid-19 sudah lebih dari 2 juta orang. Nanti kita lihat hasilnya di Agustus. BPS tidak bisa buat proyeksi, tapi kalau Covid-19 bisa tertangani pada Juni, semoga tingkat pengangguran terbuka tidak naik terlalu besar,” urai Suhariyanto.
Sementara itu, dia mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2020 sebesar 4,99 persen, atau turun dari posisi Februari 2019 yang sebesar 5,01 persen.
Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini karena jumlah penduduk bekerja meningkat 1,67 juta orang pada Februari 2020 menjadi 131,03 juta orang dari jumlah angkatan kerja yang sebanyak 137,91 juta orang.