Maria Elisa Hospita
19 Desember 2018•Update: 19 Desember 2018
Ayse Sensoy Boztepe
ANKARA (AA) - Turki adalah rumah bagi para migran dari 190 negara.
Hal itu disampaikan oleh Direktorat Jenderal Departemen Manajemen Migrasi Kementerian Dalam Negeri Abdullah Ayaz dalam peringatan Hari Migran Internasional.
Negara itu menampung 4,7 juta migran, dan 3,6 juta di antaranya adalah warga Suriah.
Pada 2011, sejak krisis kemanusiaan di Suriah meletus, Turki menerapkan kebijakan "pintu terbuka" dan menjadi negara yang menampung paling banyak pengungsi daripada negara lainnya di dunia.
"Migran di Turki adalah tamu kami," kata Ayaz.
Menurut dia, para migran berkontribusi pada kehidupan sosial, masyarakat, budaya dan ekonomi negara itu. Banyak migran yang mengambil keuntungan dari layanan pendidikan di Turki, mencari izin kerja, atau membangun bisnis mereka sendiri.
Direktorat Jenderal Manajemen Migrasi berencana meluncurkan platform informatif "Live in Turkey" dalam enam bahasa mulai tahun 2019.
Warga asing akan dapat mengakses informasi seputar Turki di liveinturkey.gov.tr.
Suriah menderita akibat perang sipil sejak tahun 2011.
PBB mengungkapkan bahwa sejak itu, ratusan ribu orang tewas akibat konflik dan jutaan lainnya mengungsi.