12 Juli 2017•Update: 12 Juli 2017
ANKARA
Turki bersiap-siap menandai satu tahun sejak percobaan kudeta Juli tahun lalu oleh gerakan teror Fetullah Gulen (FETO) dengan sejumlah aktivitas di Turki dan juga di luar negeri mulai Selasa.
Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional 15 Juli akan diikuti sejumlah acara hingga Minggu, terbuka untuk rakyat umum dan akan dihadiri Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Sejumlah aktivitas lainnya juga akan diadakan organisasi non-pemerintah dan institusi.
Pada Selasa, makam-makam mereka yang meninggal selama percobaan kudeta akan dikunjungi, lalu diikuti pembacaan Al Quran di masjid-mesjid di seluruh Turki.
Sabtu 15 Juli, Majelis Umum parlemen akan berkumpul pada pukul 13.00 waktu setempat di Ankara dengan agenda khusus disusul pertemuan dengan anggota pers internasional dua jam setelah itu.
Di Istanbul, acara persatuan “National Unity Walk” mulai jam 18.30 waktu setempat dengan partisipasi Erdogan, para veteran dan keluarga mereka yang tewas. Presiden Erdogan akan memberi pidato setelah penayangan film dokumenter tentang peristiwas 15 Juli.
“Pengawasan demokrasi” dimulai setelah tengah malam.
Erdogan kemudian akan berangkat ke Ankara untuk menyampaikan pidato kepada parlemen tepat pukul 02.32 dini hari, ketika parlemen dibom setahun lalu.
Acara hari Minggu dimulai dengan doa bersama di Masjid Bestepe Millet di Ankara diikuti peresmian monument bagi martir percobaan kudeta pada 15 Juli lalu. Warga juga dipersilahkan berbagi pesan di sosial media.
“Pengawasan demokrasi” berhenti pada Minggu tengah malam.
Menurut pemerintahan Turki, gerakan teroris Fetullah Gulen Terrorist Organisation (FETO) dan pemimpinnya yang bermukim di AS, Fetullah Gulen, adalah otak dibalik percobaan kudeta pada 15 Juli 2016, yang menewaskan 250 orang dan melukai 2.200 lainnya.
Ankara juga menuduh FETO menggencarkan kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan Turki melalui penyusupan di berbagai institusi, termasuk militer, polisi dan hukum.