Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Agustus 2019•Update: 12 Agustus 2019
Muhammet Ikbal Arslan
LEFKOSA, Siprus Turki
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik usulan pemimpin Siprus Turki mengenai administrasi sumber daya hidrokarbon, kata kepresidenan Republik Turki Siprus Utara (TRNC), Sabtu.
Guterres mengatakan dalam sebuah surat kepada Presiden TRNC Mustafa Akinci bahwa semua langkah untuk meredakan ketegangan disambut baik.
Pada 13 Juli, Akinci mengusulkan kepada pemimpin administrasi Siprus Yunani Nicos Anastasiades agar kedua negara bekerja sama dalam sumber daya hidrokarbon di sekitar pulau itu sebagai mitra yang setara dan berbagi pendapatan dari sumber daya ini.
Guterres menekankan bahwa dia percaya bahwa solusi dari masalah hidrokarbon di laut lepas adalah insentif yang kuat untuk solusi jangka panjang di Siprus
Dia juga menghargai komitmen Akinci terhadap solusi abadi di pulau itu dan upayanya untuk membangun kepercayaan diri yang lebih besar.
Namun, proposal Akinci ditolak oleh pihak Siprus Yunani.
Sumber daya hidrokarbon
Turki telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.
Sejak musim semi tahun ini, Ankara telah mengirim dua kapal pengebor, Fatih dan Yavuz, ke Mediterania Timur, menegaskan hak-hak Turki dan TRNC atas sumber daya wilayah tersebut.
Kapal perang berbendera Turki, Fatih, meluncurkan operasi pengeboran lepas pantai pada Mei ini di 75 kilometer lepas pantai barat Pulau Siprus.
Athena dan Siprus Yunani menentang langkah itu, mengancam akan menangkap awak kapal dan meminta para pemimpin Uni Eropa untuk bergabung dalam penolakan mereka.
Pada 1974, setelah kudeta yang dilancarkan oleh Yunani untuk mencaplok Siprus, Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin dan pada 1983 Republik Turki Siprus Utara berdiri.
Beberapa dekade sejak saat itu, semua upaya untuk menyelesaikan perselisihan Siprus berakhir dengan kegagalan.