Hayati Nupus
09 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah telah mengevakuasi 8.276 orang keluar dari Kota Palu, sejak gempa M 7,4 dan tsunami melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sebanyak 6.157 orang diangkut lewat udara ke Makassar, Balikpapan, Jakarta dan Manado, sedang 1.908 orang diangkut lewat jalur laut ke Makasar dan Nunukan, Kalimantan Utara.
“Sedang evakuasi secara mandiri ke Maros, Sulawesi Selatan, melalui darat sebanyak 211 orang,” ujar Sutopo, Selasa, di Jakarta.
Sutopo mengatakan sebagian besar warga yang dievakuasi tersebut merupakan pendatang.
Mereka, lanjut Sutopo, keluar dari Palu untuk sementara dan mengungsi ke rumah kerabat.
Sutopo juga mengatakan tim evakuasi gabungan yang dipimpin oleh Basarnas telah mengevakuasi 864 orang korban sejak sehari setelah bencana terjadi. Sebanyak 778 di antaranye tewas dan 86 lainnya selamat.
Sedang korban tewas yang ditemukan oleh relawan, masyarakat dan petugas lainnnya, tambah Sutopo, sebanyak 1.232. Sehingga total korban tewas menjadi 2.010 orang.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018 lalu, disusul oleh tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga hari ini pukul 09.00 WIB sudah terjadi 508 gempa susulan, dengan tren menurun. Sebanyak 16 di antaranya terasa, termasuk gempa M 5,2 yang terjadi pagi ini.