Shenny Fierdha Chumaira
07 Juni 2018•Update: 08 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian menerjunkan personelnya untuk bertindak sebagai "wasit" yang akan ditempatkan di perbatasan provinsi Pulau Jawa untuk mengatur contraflow jika terjadi kemacetan.
Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan bahwa perbatasan yang dimaksud antara lain perbatasan antara DKI Jakarta dengan Jawa Barat, Jawa Barat dengan Jawa Tengah, Jawa Tengah dengan Yogyakarta, dan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.
"Wasitnya dari Mabes Polri [Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia]. Wasit yang menentukan kapan harus bertindak kalau terjadi kemacetan, misal kapan harus membuka jalan tol sepenuhnya, kapan harus membuka setengahnya saja. Nanti akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait," ungkap Yusri di Jakarta, Kamis.
Meski tidak menyebutkan rincinya berapa personel dari Mabes Polri yang menjadi wasit, namun dia mengatakan bahwa ada lebih dari 4.000 personel Mabes Polri yang dikerahkan ke pintu tol dan rest area serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan lainnya.
Titik-titik yang dianggap rawan kemacetan, kecelakan, dan longsor antara lain di Jawa Barat seperti Nagreg, Tasikmalaya, Ciamis, Puncak, Cisarua, Lembang, serta tol Cipali dan jalur Pantura.
Sekitar kawasan rest area yang berada di tol maupun di jalan raya pun tergolong sebagai titik rawan mengingat banyaknya pemudik yang akan memadati rest area untuk beristirahat sehingga rawan menimbulkan macet.
"Makanya jalan masuk ke rest area kita buat tiga lapis karena kalau tidak bisa-bisa nanti macet. Ada pagar betis juga untuk jam rawan yaitu saat buka puasa," terang Yusri.
Untuk membantu pemudik mengisi bahan bakar jika tidak bisa mencapai SPBU, dia mengatakan bahwa kepolisian sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjual bahan bakar ukuran lima sampai sepuluh liter dalam kemasan kaleng dengan sepeda motor yang bisa dibeli oleh pemudik ketika berada di jalan.