Erric Permana
13 September 2018•Update: 14 September 2018
Erric Permana
JAKARTA
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menganggap wilayah Papua merupakan daerah yang masih rawan ancaman keamanan, sehingga akan menjadi perhatian TNI/Polri dalam Pemilu 2019.
"Ini yang kita perhatikan agak rawan bukan pemilu presidennya tetapi pemilu legislatifnya. Karena semua mau ingin terpilih. Jadi bertanding di daerah pemilihan masing-masing dengan calon partai lain," ujar Tito di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta pada Kamis.
Polisi telah melakukan rapat koordinasi bersama dengan TNI untuk bisa bersinergi dalam menjaga keamanan pada Pemilu 2019 mendatang.
"Membuat rencana operasi bersama, melakukan sinergi setiap ke wilayahan,...Membuat rencana bersama, simulasi kemudian juga berusaha membuat pesta demokrasi menjadi aman tapi tertib dan nyaman," tambah dia.
Polisi berencana untuk melakukan deklarasi pemilu damai bersama dengan TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN), ormas dan tokoh masyarakat.
Mengenai netralitas dalam Pemilu, dia memastikan TNI Polri akan tetap netral. Menurut dia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan juga dirinya telah mengeluarkan maklumat untuk anggotanya.
"[Anggota TNI - Polri ] tidak boleh berfoto dengan pasangan calon dan ikut dalam kampanye," tambah dia.
Tito kembali menyampaikan bahwa akan ada sanksi berupa teguran hingga pemecatan jika anggotanya tidak netral dalam pemilu mendatang.