Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Hampir seluruh wilayah Raqqa di Suriah yang diduduki Daesh telah terbebas dari kelompok teroris, kata Pentagon, Selasa.
"Hari ini di Suriah, Daesh telah kehilangan kendalinya. Setelah menggencarkan operasi selama lebih dari empat bulan, kini 90 persen wilayah Raqqa sudah bebas Daesh," kata Koalisi Angkatan Darat Anti Daesh Kolonel Ryan Dillon kepada wartawan.
Menurut Dillon, operasi pembersihan masih akan berlanjut dan beberapa bagian wilayah masih dikuasai oleh Daesh.
"Kami berharap mitra kami Pasukan Demokratik Suriah tidak melakukan perlawanan karena bagian-bagian wilayah sedang dibebaskan," ujar Dillon.
AS telah memberikan dukungan pada sejumlah kelompok milisi Arab di bawah naungan SDF, termasuk PKK/PYD yang dipandang sebagai kelompok teror dan telah berperang selama 30 tahun melawan Turki.
Dukungan AS untuk kelompok tersebut sejak lama meresahkan Ankara karena Washington memandang SDF sebagai "mitra terpercaya" dalam perjuangannya melawan Daesh, bahkan AS menyediakan senjata dan peralatan militer ke SDF, meskipun sudah ditentang Turki.
Pembebasan Raqqa menciptakan situasi di mana AS dan Rusia akan dipaksa berkolaborasi di Suriah, di mana rezim Bashar al-Assad didukung oleh Moskow.
Dillon mengaku bahwa pekan lalu, pejabat koalisi dan Rusia telah bertemu kedua kalinya untuk membahas operasi militer di Suriah.
"Diskusi ini masih membahas soal zona dekonflik dan ke mana pasukan pro-rezim dan SFD akan pergi, dan langkah de-konflik seperti apa yang akan dilakukan," jelas Dillon.
news_share_descriptionsubscription_contact
