Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah mengaku memperbaiki konektivitas guna memperlancar pasokan logistik ke seluruh wilayah Indonesia selama empat tahun Joko Widodo dan Jusuf Kalla memimpin.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan fokus kementeriannya adalah menciptakan konektivitas darat, laut dan udara yang lebih baik untuk mendukung visi Indonesia sentris.
“Kita menjadikan Papua sebagai salah satu pusat pembangunan Indonesia sentris karena memang nyatanya banyak dispartitas yang terjadi di sana khususnya terkait harga,” ungkap dia dalam konferensi pers 4 tahun kepemimpinan Jokowi-JK di Jakarta, Rabu.
Disparitas harga di Papua, menurut dia, terjadi karena angkutan ke Papua terbatas dan tidak tersedia dari NTT, Kaltara, dan Natuna.
“Ini yang secara langsung harus diselesaikan,” tegas Menteri Budi.
Mengatasi persoalan itu, menurut dia, adalah dengan membangun pelabuhan dan bandara khususnya di beberapa tempat yang menggambarkan kesenjangan tersebut.
Menteri Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan telah membangun Bandar Udara Nop Goliat Dekai yang melayani Kota Dekai, Ibu kota dari Kabupaten Yahukimo, Papua, dengan anggaran lebih dari Rp500 milliar untuk menggantikan Bandara Wamena.
“Menjadi catatan bahwa kalau kita bicara Indonesia Sentris maka urgensinya sangat terasa di Pegunungan Jayawijaya. Tempat itu susah dijangkau sehingga kami membangun banyak bandara di sana,” tutur Menteri Budi.
Pembangunan bandara menurut Menteri Budi, akan disegerakan agar konektivitas dan suplai logistik berjalan dengan baik.
Menteri Budi menjelaskan bahwa di Papua kini terdapat 48 bandara. Sementara di Papua Barat, menurut Menteri Budi, telah dibangun 16 bandara. Anggaran pembangunan bandara dialokasikan dari 40 persen anggaran Ditjen Perhubungan Udara.
“Fokus pembangunan pada keamanan dan aksesibilitas. Kalau dulu kita selalu mendengar kecelakaan, Alhamdulillah sekarang sangat berkurang banyak,” ujar dia.
Menteri Budi mengatakan hingga kini sudah dibangun 10 proyek berupa 7 bandara baru dan 3 revitalisasi bandara di beberapa wilayah untuk menyatukan kepulauan di Indonesia.
“Tugas kita untuk mempersatukan Indonesia melalui konektivitas,” tegas Menteri Budi.
Selain pembangunan bandara-bandara, disparitas harga di timur Indonesia juga diselesaikan dengan tol laut.
“Tol laut adalah satu upaya pemerintah untuk mensuplai logistik dengan memberikan subsidi dari sejumlah titik di timur. Terutama Surabaya, sampai ke Makassar, Ternate, Merauke,” papar Menteri Budi.
Langkah pemerintah menggenjot infrastruktur transportasi, menurut dia, telah menurunkan secara signifikan disparitas harga yang terjadi dan juga memberikan harapan adanya peluang-peluang bisnis baru.
“Kita kerja sama dengan Bulog dan juga Semen Indonesia agar bahan-bahan menjadi murah,” kata dia.
Selain itu, pemerintah menurut dia, juga sudah mulai membangun jalur kereta api di Sulawesi Selatan melalui skema Kerja sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU). Skema yang sama, ujar Menteri Budi, juga diterapkan di Labuan Bajo.
“Lebih dari 20 investor yang berminat masuk di sana,” kata dia.
news_share_descriptionsubscription_contact
