Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah berencana membangun pemukiman di sejumlah titik di 23 distrik Kabupaten Asmat, Papua.
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan ini diilakukan untuk mencegah terjadinya kembali Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan gizi buruk yang menyebabkan puluhan anak meninggal dunia.
"Akan ditentukan titik-titik konsentrasi yang diproyeksi akan dibangun pemukiman. Dan disitu berkumpul rumah dan dari 23 distrik tentu setiap distrik ada 1,2,3 misalkan," ujar Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan dengan adanya pemukiman yang terintegrasi tersebut maka pelayanan dapat mudah diberikan oleh pemerintah. Sebab selama ini, kondisi sejumlah warga yang terisolir dan berpindah-pindah menjadi masalah.
"Kementerian kesehatan membangun puskesmasnya, Kementerian pendidikan dan kebudayaan membangun pendidikannya, Kementerian ESDM membangun listriknya sekaligus airnya, Kementerian PUPR membangun infrastrukturnya," tambah dia.
Tanggap darurat di Asmat sudah usai
Sementara itu mengenai kondisi terakhir di sana, Idrus Marham mengaku telah melaporkannya kepada Presiden pada hari ini. Dia mengklaim KLB dan tanggap darurat di sana sudah tidak diberlakukan.
"Kita sudah masuk tahapan perawatan dan pembinaan. Karena KLB yang diatasi dengan tanggap darurat kita anggap sudah selesai," tambah dia.
Hingga Desember 2017 lalu, 68 anak di Kabupaten Asmat meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk yang telah melanda Kabupaten Asmat dalam beberapa bulan terakhir.
news_share_descriptionsubscription_contact

