Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Sarp Ozer dan Enes Kaplan
ANKARA
Tentara Turki dan AS akan memulai patroli bersama di Manbij Suriah, kata menteri pertahanan Turki pada Senin.
Berbicara kepada wartawan, Hulusi Akar mengatakan latihan bersama tentara Turki dan AS untuk patroli gabungan di Manbij akan selesai dalam waktu singkat.
Pada Minggu, Angkatan Bersenjata Turki mengunggah dua gambar tentara Turki dan AS yang terlihat bersama selama pelatihan di akun Instagramnya.
Pekan lalu, Akar mengumumkan dimulainya pelatihan bersama untuk kegiatan patroli gabungan, yang akan diselenggarakan di kawasan itu, sebagai bagian dari Peta Jalan Manbij dan Prinsip Keamanan.
Kesepakatan Manbij antara Turki dan AS berfokus pada penarikan teroris YPG / PKK dari kota itu untuk menstabilkan wilayah yang berada di timur laut provinsi Aleppo di Suriah utara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sementara YPG adalah cabangnya di Suriah.
Akar mengatakan bahwa proses Idlib akan berlanjut seperti yang direncanakan dan negaranya akan tetap berdiri dengan komitmennya.
Ankara dan Moskwa menandatangani perjanjian yang menyerukan zona demiliterisasi di Idlib pada bulan lalu, menyusul pertemuan puncak di kota Laut Hitam Rusia, Sochi.
Kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di wilayah di mana mereka sudah menetap, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.
Pasukan militer Turki dan Rusia juga akan melakukan patroli bersama di sepanjang perbatasan zona itu.