Erric Permana
05 Desember 2017•Update: 06 Desember 2017
Erric Permana
JAKARTA
Panglima TNI Gatot Nurmantyo berharap agar proses pergantian dirinya dipercepat.
Bahkan dia meminta agar dirinya bisa pensiun lebih dini dari waktunya yakni pada Maret 2018 mendatang.
Gatot menilai pergantian jabatan Panglima TNI dengan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto perlu dipercepat agar tidak terjadi dualisme kepemimpinan.
"Sebaiknya agar [pergantian] ini efektif tetap jalan dan saya akan di belakang dan akan saya dampingi," ujar Gatot Nurmantyo di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Selasa.
Mengenai ditunjuknya Hadi sebagai pengganti dirinya, Gatot Nurmantyo pun mendukung penuh keputusan presiden. Sebab, Hadi dianggap memenuhi persyaratan dan bisa menghadapi tahun politik ke depan.
"Yang pertama Kasal bulan Mei pensiun, kalau jadi Panglima TNI kan cuma sebentar. Kasad, Januari 2019, Nah kalau Kasau sampai 2020," tambah dia.
Menurut dia, Hadi telah dipersiapkan sejak lama untuk menjadi Panglima TNI menggantikan dirinya yang akan pensiun.
"Ini yang sudah dipersiapkan secara regenarasi menyiapkan kader kader yang sudah disiapkan sejak awal," pungkas dia.