Erric Permana
28 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
PT Pindad telah berhasil melakukan firing test atau uji tembak Medium Tank buatan Indonesia yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Turki. Uji penembakan Medium Tank tersebut dilakukan di Pusat Pendidikan Infanteri TNI AD, Kabupaten Bandung Barat, Senin.
Direktur PT Pindad Abraham Mose mengatakan melalui pernyataan tertulis bahwa uji tembak ini menguji fungsi penembakan dari turret 105 mm, yang merupakan senjata utama Medium Tank dengan daya hancur besar.
“Turret Medium Tank dipersenjatai dengan canon kaliber 105 mm yang mampu menembakkan berbagai tipe munisi kaliber 105 mm. Uji tembak dilakukan sejak tanggal 25-27 Agustus 2018,” ujar Abraham Mose.
Uji daya gempur dilakukan pada saat tank statis dan saat kondisi bergerak. Uji ini juga bertujuan untuk menunjukkan kemampuan mengunci sasaran pada satu titik sementara tank bergerak.
Sebelumnya, Medium Tank telah melalui sejumlah rangkaian uji coba, di antaranya mine blast test atau uji ketahanan atas ledak ranjau dengan hasil yang memuaskan pada 12 dan 14 Juli 2018, serta uji mobilitas dan performa pada 7-16 Agustus 2018.
Medium Tank ini merupakan kerja sama Indonesia dan Turki melalui PT Pindad dengan perusahaan produsen alutsista Turki, FNSS Savunma Sistemleri.
Prototipe tank pertama dibuat di Turki, sementara prototipe kedua dibuat di Indonesia. Setelah launching pada 5 Oktober 2017 lalu, PT Pindad menargetkan produksi medium tank ini sebanyak 20 unit pada tahun ini.