Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Penyelam dari TNI Angkatan Laut menemukan cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP dalam keadaan terlepas dari baterai.
“CVR ini sudah terlepas dari unit aslinya dan baterai yang biasanya nempel,” kata Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ony Suryowibowo di KRI Spica di perairan Karawang, Senin.
Ony mengatakan kondisi itu membuat pencarian CVR menjadi lebih sulit karena sinyal yang tertangkap melemah.
Menurut dia, kondisi CVR masih cukup baik saat ditemukan.
TNI AL membawa CVR menggunakan KRI Spica menuju Jakarta pada Senin sore.
KNKT, kata dia, akan segera mengunduh data penerbangan Lion Air PK-LQP tersebut begitu tiba di Jakarta untuk melengkapi investigasi mereka.
Panglima Koarmada I TNI AL Yodo Margono mengatakan lokasi CVR tidak jauh dari tempat flight data record (FDR) yang lebih dulu ditemukan.
CVR berada pada kedalaman laut 30 meter dan terbenam lumpur setebal 20 cm.
Salah satu penyelam, Thomas, mengatakan timnya harus menggunakan cara konvensional untuk menemukan CVR tersebut.
TNI AL dan KNKT menggelar operasi pencarian CVR sejak 8 Januari 2019 lalu.
Koordinator Operasi Penyelaman Mayor Laut (S) Thomas Dolfinus Fanulene mengatakan mereka berbekal titik koordinat dari KNKT untuk menemukan CVR.
Pencarian belum membuahkan hasil hingga hari ke-6, kata dia.
Pada Senin pagi, Thomas memutuskan menggunakan metode konvensional circle untuk mencari CVR.
Empat penyelam membentuk posisi melingkar dan meraba lumpur di dasar laut.
Melalui metode itu lah, sambung Thomas, CVR akhirnya ditemukan.
“Ketika ditemukan ternyata sudah terlepas dari baterainya. Jadi kalau mengikuti sinyal dari baterai bisa lebih lama lagi ketemunya,” jelas dia.
Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018 di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus 2018 lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berpenumpang 189 orang, 181 di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Dari Jakarta, pesawat menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pada pukul 06.20 WIB, namun hilang kontak setelah 13 menit mengudara.
news_share_descriptionsubscription_contact
