Erric Permana
17 November 2017•Update: 17 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
TNI mengaku telah melakukan operasi pembebasan tanpa negosiasi terhadap 347 warga yang sempat diisolasi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Papua G.E Supit mengatakan penindakan terhadap KKB itu dilakukan karena upaya negosiasi gagal dilakukan.
“Iya negosiasi menemui jalan buntu,” ujar Supit saat dikonfirmasi melaluin pesan singkat pada Jumat.
Kepala Penerangan Kodam XVII / Cendrawasih Papua Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan operasi dilakukan oleh Pasukan Khusus Indonesia Kopassus dan Batalyon Infranteri 751 berjumlah 30 orang yang bertugas menguasai Desa Kimbely.
Sementara tim dari Peleton Intai Tempur (Taipur) Kostrad bertugas untuk menguasai Desa Bunti.
“Kurang dari dua jam seluruh medan [dua desa] berhasil dikuasai TNI,” ujar Muhammad Aidi ketika dihubungi.
Saat operasi digelar, kata Aidi, KKB melarikan diri ke hutan dan gunung. Namun, hingga kini belum dipastikan apakah ada anggota KKB yang terluka atau tidak.
“Belum ada kepastian korban dari kelompok bersenjata karena cuaca berkabut sangat tebal,” jelas dia.
Setelah wilayah dinyatakan aman, Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi.
Menurut Aidi, pada pukul 14.00 waktu setempat tim telah mengevakuasi 347 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi.
“Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik,” pungkas dia.