Shenny Fierdha
05 September 2017•Update: 05 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan aparat kepolisian untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam operasi kelompok penyebar berita hoax dan ujaran kebencian Saracen.
"Saya sampaikan tangkap saja [orang-orang] yang memesan [jasa Saracen], termasuk yang memberi dana maupun kelompok lainnya yang sejenis," kata Tito usai upacara serah terima jabatan lima kapolda baru di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa
Ia mengakui bahwa tidaklah mudah melakukan penangkapan sebab tidak seperti pelaku kriminal lain yang melakukan aksinya di lapangan, Saracen beraksi di cyber space atau ruang siber sehingga pergerakannya lebih sulit dilacak
Aparat kepolisian masih mendalami kasus Saracen termasuk aliran uang serta siapa saja yang pernah menggunakan jasa kelompok ini.
Saracen kerap mengajukan proposal seharga Rp 70 - 100 juta kepada calon klien. Proposal tersebut menawarkan paket pembuatan berita hoax berbau SARA (suku, agama, ras, antargolongan) dan ujaran kebencian yang bisa dipesan oleh calon klien untuk menjatuhkan orang maupun kelompok tertentu.
Sejauh ini polisi telah menetapkan 4 tersangka dalam kasus Saracen yakni Ketua Jasriadi, Ketua Bidang Media Informasi Faizal Muhammad Tonong, Koordinator Wilayah Sri Rahayu Ningsih, dan Pembuat grup Facebook Saracen M. Abdullah Harsono.
Forum MAKI kunjungi Mabes Polri
Hari ini, sejumlah anggota dari forum Masyarakat Anti Kesesatan Informasi (MAKI) mendatangi Mabes Polri untuk mendiskusikan kasus ini lebih lanjut serta menyatakan kesediaan MAKI untuk membantu polisi mengusut kasus kriminal siber.
"[Sebab] kita peduli terhadap isu penyalahgunaan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi sesat," kata juru bicara MAKI Nathaniel Doloksaribu kepada wartawan
Ia mengatakan bahwa MAKI berperan sebagai wadah aspirasi masyarakat terkait kasus kriminal siber. Jika masyarakat ingin melaporkan kasus seperti itu, MAKI siap membantu untuk mengadakan audiensi dengan kepolisian maupun pihak terkait lainnya jika diperlukan.