Indonesia hibahkan laptop dan printer bekas pertemuan IMF-World Bank
Barang elekronik yang hanya dipakai sebulan itu akan dihibahkan untuk instansi pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Banyuwangi
Jakarta Raya
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah memberikan 500 unit laptop dan 300 unit printer yang sempat dipakai untuk pertemuan tahunan IMF-World Bank yang lalu untuk instansi pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Banyuwangi.
Secara rinci, Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui keterangan resminya, Kamis, mengatakan sebanyak 200 unit laptop dan 125 unit printer dihibahkan kepada instansi pendidikan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.
Kemudian sebanyak 200 unit laptop dan 125 unit printer dihibahkan kepada instansi pendidikan di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, dan sebanyak 100 unit laptop dan 50 unit printer dihibahkan kepada instansi pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
“Laptop dan printer tersebut adalah barang yang baru digunakan selama satu bulan dalam penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 oleh para staf IMF/WB, Panitia Nasional, maupun delegasi,” ujar Menteri Sri.
Penyerahan hibah ini menurut dia, dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat bagi pengembangan dunia pendidikan di daerah sekitar pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018.
Menurut Menteri Sri, keputusan ini sudah mempertimbangkan masukan dari Inspektorat Jenderal dan Badan Pemeriksa Keuangan serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Proses administrasi hibah lanjut dia, telah dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 111/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pemindahtanganan Barang Milik Negara dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
"Saya berharap barang-barang tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kelancaran proses belajar mengajar di tiga daerah tersebut, karena pendidikan adalah bagian dari upaya Indonesia meningkatkan daya saing bangsa dan mewujudkan Indonesia sejahtera secara inklusif,” ujar Menteri Sri.
Dia juga berharap pemerintah daerah dapat menyalurkan hibah kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan, khususnya dalam rangka pemulihan pendidikan pasca bencana atau peningkatan kapasitas sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
