02 Agustus 2017•Update: 03 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Gunung Sinabung yang berlokasi di kabupaten Karo Sumatera Utara kembali meletus, Rabu. Letusan terjadi berkali-kali dan menimbulkan abu vulkanik yang cukup pekat, demikian menurut laporan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), telah terjadi 17 kali guguran awan panas dan beberapa kali letusan sejak pukul 8 pagi selama 4 jam.
Salah satu letusan yang cukup dirasakan masyarakat sekitar terjadi jam 10 pagi waktu setempat disertai gempa vulkanik selama 553 detik.
“Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung sangat tinggi. Hampir setiap hari terjadi letusan, sebanyak 2-8 kali sehari,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu.
Ribuan penduduk menjadi korban hujan abu vulkanik Sinabung. Abu menyebar di sejumlah tempat seperti Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung dan Kuta Gugung.
PVMBG merekomendasikan warga untuk berhati-hati dan tidak memasuki zona merah yaitu kawasan yang berjarak 6-7 kilometer dari lokasi letusan, termasuk juga beraktivitas di dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung karena ada ancaman lahar.
“Bendungan alam di hulu Sungai Laborus telah terbentuk, maka penduduk di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus harus waspada. Sewaktu-waktu bendungan ini dapat jebol bila tidak kuat menahan volume air,” ujar Sutopo.
Hingga saat ini, tercatat sejumlah 7.214 atau 2.038 KK orang mengungsi. Sejauh ini kebutuhan sandang dan pangan masih terpenuhi.